Cinta akan tumbuh di antara lelaki dan wanita jika masing-masing dari mereka telah terbiasa satu sama lain

Tentu saja yang kami maksudkan di sini bukanlah cinta dalam maknanya yang luas, seperti cinta Allah, cinta negara, cinta terhadap manusia secara umum. Yang kami maksudkan di sini adalah istilah yang telah tersebar di kalangan masyarakat, yakni cinta antara seorang lelaki dan wanita.

Cinta yang disyariatkan adalah cinta antara suami dan istri. Adapun cinta dari seorang lelaki asing, maka itu adalah sangat tertolak. Karena cinta seperti itu merupakan buah dari banyak pelanggaran yang terakumulasi dalam waktu yang lama.

Jika pada awalnya rasa cinta muncul dari pandangan, maka sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengharamkan pandangan seperti ini. Allah menegaskan pengharaman ini karena ia menyeret pada perilaku zina. Fakta ini telah terbukti sehingga tidak dapat lagi diperdebatkan atau ditawar.

Banyak ayat Al Qur’an yang mengulangi larangan terhadap kaum wanita meskipun sebenarnya mereka juga telah tercakup dalam larangan terhadap kaum mukminin secara umum, karena lafazh “Orang-orang yang beriman” itu telah mencakup kaum lelaki dan wanita. Jadi, jika Allah mengatakan, “Hai orang-orang beriman”, maka seruan ini ditujukan kepada seluruh kaum mukminin, lelaki dan wanita. Allah Ta’ala berfirman,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِم

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (An-Nur: 30).

Dan, Allah Ta’ala juga berfirman,

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِن

Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (An-Nur: 31).

Dan jika rasa cinta itu muncul karena pembicaraan yang lama, perlakuan yang lembut, dan saling rayu antara lelaki dan wanita, maka sesungguhnya Islam telah mengharamkan itu semua.

Cinta akan tumbuh di antara lelaki dan wanita jika masing-masing dari mereka telah terbiasa satu sama lain. Hal seperti ini tidak dikenal di dalam Islam kecuali di antara suami istri. Peribahasa mengatakan, “Cinta lahir dan mati dengan kebiasaan.”

Sesungguhnya cinta seperti ini haram dan akan menyeret kepada hal haram yang lebih besar darinya. Jika seorang wanita muslimah terjerumus ke dalam cinta seperti ini, maka itu merupakan hukuman baginya atas perbuatannya yang telah berlebihan dan melampaui batas-batas halal saat ia berhubungan dengan lelaki asing yang tidak diridhai oleh penciptanya dan tidak sejalan dengan ajaran agamanya.

Jika ia ingin melepaskan diri darinya, hendaknya ia menyesal dan meohon ampunan kepada Rabbnya serta bertaubat sebagaimana taubatnya dari dosa-dosa lain. Dan saat itu, cinta semu ini akan mati dengan membiasakannya sebagaimana ia tumbuh dengan membiasakannya jika wanita tersebut kembali kepada kebenaran dan konsisten menjalankan agamanya. Lalu, ia menjaga dirinya untuk tidak lagi bertemu atau memandang ataupun berbincang-bincang, dan menyibukkan dirinya dengn ketaatan kepada Rabbnya.

Namun, jika ia tetap meneruskan perilakunya, maka berarti itu merupakan kegigihan dalam melakukan maksiat dan mengikuti hawa nafsu yang senantiasa menyuruh kepada keburukan dan tunduk kepada kekuasaan setan secara perlahan, dan semua itu akan menghantarkannya kepada kejatuhan.

Berapa banyak wanita yang karena cinta tersebut harus menikah dengan lelaki yang tidak pantas sehingga ia hidup menderita? Berapa banyak lelaki yang memanfaatkan cinta seorang wanita untuk menistakannya? Berapa banyak wanita yang tersungkur di tengah jalan sebelum sampai kepada tujuannya dan mewujudkan impiannya, pernikahan. Ia hilang dan disesatkan. Seluruh janji seolah menguap dan ia menderita kerugian yang tak terbatas. Dan cinta semu itu menjadi alasan dari setiap kesalahan yang ia lakukan, dan cinta itu pulalah yang menjadi penyebab utama dari seluruh musibah yang menimpanya. Padahal, jika ia mampu berfikir, seharusnya ia memotong benang kejahatan itu sejak awal, dan menjauh dari setiap jurang dan jalan yang menghantarkannya ke sana.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا

“Dan janganlah kalian mendekati zina.” (Al-Isra’ : 32).

Mendekati zina berarti melakukan mukadimah atau pembuka menuju zina. Dan, cinta yang terjadi antara seorang lelaki dengan wanita asing merupakan salah satu mukadimah terbesarnya. Pada zaman ini, cinta yang mereka maksudkan sangat berkaitan erat dengan hubungan suami istri. Anda hampir tidak dapat melihatnya terpisah. Cinta seperti ini hampir tidak dikenal dan tidak dapat digambarkan kecuali dengan adanya hubungan tersebut.

Berdasarkan ini, maka wanita-wanita abad duapuluh ini jika telah mencintai seseorang dan tulus dengan cintanya, ia akan bersedia menyerahkan hal termahal yang dimilikinya, yakni kehormatannya. Tidak ada yang dapat melindunginya dari itu selain dengan mengikuti manhaj Islam dan menaati Rabb dari seluruh kaum lelaki dan wanita.

wanita-jatuh-cinta——————————————————————-

Diketik ulang dari buku “50 Larangan bagi Wanita yang Sering Dilanggar” karya Hasan Zakariya Fulaifil

Wanita Jatuh Cinta

Sumber: https://muslimah.or.id/9024-ketika-wanita-jatuh-cinta-kepada-lelaki-asing.html

 

 

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya (1)

Ahlusunnah mencintai dan mengasihi ahlul bait, mencintai dan mengasihi para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Akan tetapi mereka (Ahlusunnah) juga meyakini bahwa tidak...

Istiqomah di Jalan Hijrah

KISAH MUSLIM : Beberapa waktu lalu, kaum muslimin Indonesia dikagetkan dengan sikap seorang mantan pejoget yang kembali ke dunia hiburan yang telah lama ia...

Ketika Kaum Terpelajar Menolak Cadar

MUSLIMAH : Entah kenapa cadar bagi Muslimah kini seolah menjadi barang tabu. Sejumlah negara-negara Eropa kenakan aturan yang ketat terkait cadar, semisal Perancis, Inggris,...

HOUSE DESIGN

Menlu Saudi: Jika Tidak Bisa Dengan Jalan Politik, Maka Kami Akan...

Eramuslim – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir memperingatkan bahwa senjata akan menjadi pilihan utama kelompok pejuang revolusi jika rezim Syiah Bashar Al-Assad...

STAY CONNECTED

0FansLike
64,755FollowersFollow
14,870SubscribersSubscribe

MAKE IT MODERN

LATEST REVIEWS

MUSLIM TIDAK ALERGI DENGAN POLITIK (1).

Beberapa akun muslim rada2 alergi dg berita politik. Saya mafhum kok, ini mirip komunitas tasawuf di Mesir yg mengharamkan berpolitik (walau bbrp ulama mereka...

PERFORMANCE TRAINING

Pesugihan Gunung Kawi

Solusi Agar Terhindar dari Ritual Pesugihan

Setelah kita melihat berbagai penyimpangan dari ritual pesugihan yang di antaranya dibahas mengenai bentuk kesyirikan di dalamnya, bentuk bid’ah dan maksiat, kali ini kita...

Dari Telur Keluar Silet, Paku, Darah, Dll.

Perut anda sakit melilit, atau punggung anda kaku dan terasa sakit. Kemudian anda pergi ke seorang dukun. Lalu dukun tersebut mengatakan bahwa anda kena...
Pesugihan Gunung Kawi

PESUGIHAN GUNUNG KEMUKUS

Sugih berarti kaya dan pesugihan identik dengan mencari kekayaan. Yang diinginkan adalah kaya mendadak (instan). Contoh dari pesugihan adalah yang telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya mengenai ritual pesugihan...

Ormas Kepemudaan Tionghoa Ikut Aksi Bersama Ormas Islam

SALAM TAUHID : JAKARTA -- Aksi demo besar-besaran umat Islam pada Jumat (4/11) ini, ternyata bukan hanya milik umat Islam saja, sebuah organisasi kepemudaan Cina...

Catatan Kecil Zeng Wei Jian Terhadap Aksi Demo ‘Tangkap Ahok’

SALAM TAUHID : Kemarin lusa, Jumat (14/10/2016), ada demonstrasi besar di Bareskrim dan Balai Kota Jakarta. Sebuah portal berita di Turki mengabarkan demonstrasi “tangkap...

HOLIDAY RECIPES

Sejarah Karbala

Konspirasi di Balik Tragedi Karbala dan Terbunuhnya Husain Al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, atau yang dikenal sebagai Husain Radhiyallahu ‘anhu, adalah cucu...
- Advertisement -

WRC RACING

HEALTH & FITNESS

BUSINESS